LINGKAR WARTA (Klaten) – Spektakuler! Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, kembali mencatatkan sejarah. Kirab Budaya tahunan ke-8 dengan tema *“Nyawiji Makarti Mbangun Deso”* sukses digelar secara epik, Sabtu (26/9/2026), pukul 14.00 – 17.00 WIB.

Bukan kirab biasa. Sejauh 5 kilometer, 500 peserta dari 7 RW dan 4 sekolahan mengarak simbol kemakmuran desa: 4 gunungan raksasa hasil bumi. Satu gunungan semangka utuh dan tiga gunungan sayur-mayur yang menjadi pusat perhatian ribuan warga yang tumpah ruah di sepanjang rute.

Kepala Desa Demakijo, Ery Karyanto, menegaskan kirab ini adalah wujud syukur paling jujur dari petani kepada Sang Pencipta.

“Kegiatan hari ini kita mengirim Dewi Sri dan memperebutkan gunungan. Ada 4 gunungan besar, 1 gunungan semangka wutuh dan 3 gunungan sayur-mayur. Ini sebagai bukti ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua panen yang diberikan kepada kami masyarakat Desa Demakijo,” ujar Ery Karyanto.

Yang membuat kirab Demakijo berbeda dari desa lain di Klaten adalah ikonnya: “Semangka Inul”.

“Gunungan semangka ini adalah hasil panen sendiri. Tingginya hampir 2 meter, totalnya 1,5 ton, jenis semangka Inul dari kelompok tani kami. Kenapa semangka? Karena saya ingin menjadi pembeda. Semangka adalah ikon di Desa Demakijo,” tegasnya.

Empat gunungan itu bukan sekadar tumpukan hasil bumi. Di dalamnya ada polo pendem, beras, nasi, buah-buahan, dan sayur-mayur segar representasi lengkap dari kesuburan tanah Demak Ijo.

Kemeriahan tak berhenti di gunungan. Setiap RW menampilkan kesenian terbaiknya. Ada tari-tarian tradisional, drama kolosal legendaris Roro Jonggrang, hingga atraksi ogoh-ogoh yang megah dan menggetarkan.

“Ini acara tahunan, dan ini yang ke-8. Masing-masing RW menampilkan pertunjukan. Ada drama kolosal Roro Jonggrang, ada ogoh-ogoh, dan penampilan-penampilan menarik lainnya,” imbuh Kades Ery.

Puncaknya adalah tradisi rebutan gunungan. Warga berebut berkah, berebut simbol kemakmuran, dengan harapan panen tahun depan lebih melimpah.

Kirab Budaya Demakijo bukan hanya soal pesta rakyat. Ini adalah pesan kuat tentang jati diri: ketika sebuah desa mampu menjaga tradisi, mengangkat ikon lokal, dan bersatu membangun desa. Seperti temanya, _Nyawiji Makarti Mbangun Deso_ – Bersatu, Berkarya, Membangun Desa.

Dari Demakijo, Klaten belajar bagaimana syukur panen bisa menjadi energi pembangunan.(Apri)